
Visi
Terwujudnya lulusan yang Religius, Nasionalis, dan Berbudaya (R 'N B)
Misi
1. Agar terwujud lulusan yang religius, upaya yang dilakukan adalah:
a. Menyelenggarakan pembelajaran intrakurikuler dan kokurikuler bidang keislaman yang berakidah ahlussunnah wal jama’ah an-nahdliyah (ASWAJANNAH) murid.
b. Menyelenggarakan pembelajaran dengan internalisasi nilai – nilai keislaman ASWAJANNAH melalui program pembiasaan praktik ibadah murid.
c. Menyelenggarakan pembelajaran dengan internalisasi karakteristik ajaran ahlussunnah wal jama’ah an-nahdliyah (ASWAJANNAH) yang tawasuth, tawazzun dan tasammuh dan i’tidal.
d. Menyelenggarakan pembelajaran intrakurikuler dan kokurikuler Aqidah Akhlak yang bermuatan akidah islam ahlussunnah wal jama’ah an-nahdliyah (ASWAJANNAH).
e. Menyelenggarakan ekstrakurikuler baca tulis Al Qur’an.
2. Agar terwujud lulusan yang nasionalis, upaya yang dilakukan adalah:
a. Menyelenggarakan pembelajaran dengan internalisasi nilai – nilai keindonesiaan melalui program pembiasaan.
b. Menyelenggarakan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang menarik dan menyenangkan.
c. Menyelenggarakan kokurikuler berupa napak tilas sejarah.
3. Agar terwujud lulusan yang berbudaya, upaya yang dilakukan adalah:
a. Menyelenggarakan pembelajaran intrakurikuler dan kokurikuler bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dengan pengembangan metode pembelajaran yang relevan dan efektif serta menumbuhkan budaya belajar.
b. Melaksanakan pembelajaran yang menghasilkan karya dan/atau unjuk karya kreatif dan inovatif.
c. Melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler dan bina prestasi untuk mewujudkan tercapainya prestasi akademik dan non akademik sesuai minat dan bakat.
d. Melaksanakan Gerakan Literasi dan Numerasi Sekolah secara efektif.
e. Menerapkan tata tertib sekolah untuk menumbuhkan sikap jujur dan bertanggung jawab, sikap hormat dan patuh kepada orang tua dan guru, peduli lingkungan, dan beretika dalam berinteraksi sosial serta tidak melakukan perundungan.
Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai manajemen sekolah dalam upaya mewujudkan visi dan misi sekolah dirumuskan sebagai berikut :
1. Religius
a. Tercapainya lulusan yang memahami aqidah islam yang berhaluan ahlussunnah wal jama’ah an-nahdliyah (ASWAJANNAH).
b. Tercapainya lulusan yang taat beribadah sesuai dengan aqidah islam ahlussunnah wal jama’ah an-nahdliyah (ASWAJANNAH) yang moderat, seimbang, toleran, dan adil, selaras dengan prinsip agama islam yang rahmatan lil ‘alamin.
c. Tercapainya lulusan yang dapat mengimplementasikan substansi islam ala Ahlussunnah wal jama’ah an-nahdliyah (ASWAJANNAH) dalam kehidupan masyarakat.
d. Tercapainya lulusan yang toleran terhadap pemeluk agama yang berbeda dengan yang diyakininya.
e. Tercapainya lulusan yang bisa membaca kitab suci Al Qur’an.
2. Nasionalis
a. Tercapainya lulusan yang cinta dan setia pada bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
b. Tercapainya lulusan yang mengerti hak dan kewajiban sebagai warga negara dan bisa mendahulukan kepentingan negara daripada kepentingan pribadinya.
c. Tercapainya lulusan yang menghargai jasa – jasa pahlawannya.
3. Berbudaya
a. Tercapainya lulusan yang memiliki pikiran cerdas, kritis, dan akal budi yang maju.
b. Tercapainya lulusan yang terbiasa dan terdorong untuk selalu belajar dan bisa mengaplikasikan ilmu pengetahuan untuk berkreasi dan berinovasi dalam kehidupan bermasyarakat.
c. Tercapainya lulusan yang berprestasi di bidang akademis maupun non akademis selaras dengan bakat dan minatnya serta berdaya saing.
d. Tercapainya lulusan yang terbiasa dan terdorong untuk membaca dan mencari informasi terkini dan kekinian.
e. Tercapainya lulusan yang terbiasa dan terdorong untuk melakukan perbuatan yang baik dan mulia, bertanggung jawab, hormat dan patuh kepada orang tua dan guru, peduli lingkungan, beretika dalam berinteraksi sosial serta tidak melakukan perundungan.
Kurikulum ASWAJANNAH Integratif
Dalam rangka mengemban visi, misi, dan tujuan pendidikan, SMP NU Pakis menerapkan kurikulum ASWAJANNAH Integratif Nahdlatul Ulama Islamic School.
Pembelajaran dilaksanakan di sekolah secara terpadu dan berkelanjutan. Kurikulum mengintegrasikan antara kurikulum merdeka dan nilai – nilai Ahlussunnah wal jama’ah an-nahdliyah dalam seluruh kegiatan intrakurikuler dan kokurikuler.
Pembelajaran Nilai - Nilai Ahlussunnah Wal Jama'ah An-Nahdliyah (ASWAJANNAH)
Pembelajaran nilai – nilai Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah (ASWAJANNAH) diterapkan pada mata pelajaran ASWAJA (Ke-NU-an) dan Pendidikan Agama Islam. Pembelajaran nilai – nilai ASWAJA didukung dengan kegiatan kokurikuler dalam bentuk bersholawat di masjid, membaca istighosah, khataman Al Qur’an, serta tawasul setiap akan memulai pembelajaran dan ketika akan membaca nadzom Aqidatul Awam.
Profil lulusan SMP NU Pakis adalah gambaran ideal peserta didik yang diharapkan terbentuk melalui seluruh proses pendidikan di satuan pendidikan. Lulusan tersebut tidak hanya memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga berkarakter kuat, beriman, dan berakhlak mulia sesuai ajaran Islam rahmatan lil ‘alamin. Dengan demikian, profil lulusan ini mencerminkan pribadi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, cinta tanah air, dan berbudaya, serta siap menjadi generasi penerus yang moderat (tawassuth), seimbang (tawazun), adil (i’tidal), dan toleran (tasamuh) dalam menghadapi tantangan kehidupan global.
Selain itu, sebagai upaya mendukung tercapainya karakter 8 Dimensi Profil Lulusan yang merupakan substansi yang ditekankan pada Kurikulum Merdeka, SMP NU Pakis berusaha menerapkan keseimbangan antara ilmu pengetahuan dengan akhlaqul karimah yang senantiasa beriringan pada jalur yang sama, karena dalam menjalankan perannya di lingkungan masyarakat, murid harus mampu mengetahui, memahami, dan mempraktekkan nilai – nilai yang ada.
A. DIMENSI RELIGIUS
1. PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Pembelajaran pada bidang studi agama islam di SMP NU Pakis dilaksanakan sebagai upaya untuk menumbuhkembangkan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia peserta didik secara utuh. Proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan keagamaan, tetapi juga menekankan pada pembiasaan sikap dan perilaku religius dalam kehidupan sehari – hari, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Melalui kegiatan pembelajaran yang terencana, peserta didik dibimbing untuk memahami dan mengamalkan ajaran Islam secara menyeluruh, meliputi aspek akidah, akhlak, ibadah, dan sejarah peradaban islam. Setiap kegiatan belajar diarahkan agar siswa memiliki kesadaran spiritual yang tinggi, mencintai nilai – nilai kebaikan, dan menjadikan agama sebagai pedoman hidup.
2. PEMBIASAAN IBADAH
Pembiasaan ibadah merupakan bagian penting dalam membentuk karakter religius peserta didik. Melalui kegiatan pembelajaran yang terencana, sekolah berupaya menanamkan nilai – nilai keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT secara berkesinambungan, baik di dalam maupun di luar kelas, sehingga diharapkan bisa menjadi pembiasaan dalam kehidupan sehari – hari.
Pembiasaan ibadah yang dilaksanakan di SMP NU Pakis adalah:
a. Sholat Dhuhur Berjama’ah
Pembelajaran sholat dhuhur dilaksanakan menyesuaikan waktu sholat. Kelas 7 sampai kelas 9 melaksanakan sholat Dhuhur di masjid Al-Mustofa. Setelah peserta didik melaksanakan sholat kemudian diwajibkan membaca wirid dan doa secara keras dan diikuti oleh semua peserta didik.
b. Sholat Dluha
Pelaksanaan sholat dluha di sekolah dilaksanakan setiap hari Sabtu pagi. Pelaksanaan sholat dluha di sekolah merupakan salah satu bentuk pembiasaan ibadah yang bertujuan menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT sejak dini. Melalui kegiatan ini, siswa dilatih untuk mendekatkan diri kepada Allah, membangun kedisiplinan, serta membiasakan diri menjalankan ibadah dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.
c. Pembacaan Sholawat Nabi
Pembacaan sholawat nabi dilakukan setelah pelaksanaan sholat dluha. Pembacaan sholawat nabi di sekolah merupakan wujud cinta dan kasih kepada Baginda Nabi Muhammad SAW sekaligus sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Melalui kegiatan ini, siswa dibiasakan untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW, memperkuat kecintaan terhadap ajaran Islam, serta membangun karakter yang religius dan berakhlakul karimah.
d. Pembacaan Nadzom Aqidatul Awwam
Pembacaan nadzom Aqidatul Awwam dilaksanakan 2 kali dalam sepekan. Pembacaan nadzom kitab Aqidatul Awwam bertujuan untuk memperkenalkan dan menanamkan dasar-dasar akidah Islam kepada siswa sejak dini. Melalui pembiasaan membaca nadzom ini, siswa diharapkan memahami pokok-pokok keimanan, mengenal sifat-sifat Allah SWT dan Rasul-Nya, serta memperkuat keyakinan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Selain itu, kegiatan ini juga membantu melestarikan tradisi keilmuan Islam serta membentuk karakter siswa yang berakidah kuat dan berakhlak mulia.
B. DIMENSI NASIONALIS
1. Upacara Bendera Rutin
Pelaksanaan upacara bendera rutin dapat menumbuhkan rasa cinta dan setia kepada bangsa dan negara dan melatih kedisiplinan, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap simbol negara.
2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
Dilaksanakan sebelum kegiatan pembelajaran, bertujuan untuk menanamkan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia.
3. Peringatan Hari Besar Nasional
Peringatan hari besar nasional berupa peringatan hari kemerdekaan dan HSN (Hari Santri Nasional). Diisi dengan kegiatan lomba antar kelas, pentas seni, dan refleksi perjuangan para pahlawan.
C. DIMENSI BERBUDAYA
1. Pengembangan Bakat dan Minat, berupa:
– Ekstrakurikuler pagar nusa (PN), olahraga, tari, ngaji, dan matematika.
– Keikutsertaan dalam berbagai lomba akademik dan nonakademik
Tujuan : Mengembangkan potensi siswa sesuai bakat dan minat siswa serta meningkatkan daya saing.
2. Budaya Prestasi, berupa:
– Pemberian penghargaan bagi siswa berprestasi dan apresiasi terhadap karya dan pencapaian siswa.
– Program motivasi dan pembinaan kompetensi.
Tujuan : Menumbuhkan semangat berprestasi dan percaya diri.
3. Pembiasaan karakter dan akhlak mulia, berupa:
– Salam, senyum, sapa, sopan, dan santun.
– Pembiasaan meminta izin dan mengucapkan terima kasih.
– Menghormati guru, orang tua, dan teman sebaya.
– Program Jumat sedekah.
– Pembiasaan disiplin dan taat tata tertib sekolah.
Tujuan : Membentuk pribadi yang beretika, bertanggung jawab, dan berakhlakul karimah.
4. Program Anti Perundungan (Anti-Bullying), berupa:
– Sosialisasi dan kampanye sekolah ramah anak.
– Deklarasi anti perundungan.
– Pendampingan teman sebaya.
– Penyelesaian masalah melalui musyawarah.
Tujuan : Menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
